Beranda Berita TDA Bali TDA Visit Preneur II Panen Madu Murni Bali Honey di Kaki Gunung...

TDA Visit Preneur II Panen Madu Murni Bali Honey di Kaki Gunung Agung

121
0

 

Bersendau gurau di antara kawasan perkebunn pohon jambu mente terluas di wilayah Bali Timur, tepat pada kaki Gunung Agug dengan pemandangan pantai utara Bali yang indah, di bawah teriknya panas matahari membuat hari Minggu (28/7) semakin seru ditambah medan yang cukup menantang.
TDA Visit Preneur Gelombang ke-2 yang dikomandani Divisi EPIK (Edukasi dan Pengembangan Kapasitas) kali ini tak kalah seru dibanding gelombang sebelumnya. Gelombang II kali ini untuk menampung antusias member TDA Bali yang ingin melakukan panen langsung madu murni di peternakan milik Bali Honey, di Desa Kubu, Karangasem Bali.

Tujuh mobil meluncur dari Denpasar yang di awali rombongan owner Bali Honey, Pak Ismail. Sesampai di lokasi peternakan lebah madu, Pak Ismail memberikan sambutan dan perkenalan tentang peternakan lebah Bali Honey.

“Lebah madu di tempat kami termasuk jenis jinak, jadi kalau ada hinggap jangan di tepis. Biarkan saja. Madu kami panen setiap 17 hingga 21 hari dengan diperas isinya dengan metode sentrifugar dengan diputar. Sehingga madu keluar dari sarangnya tanpa merusak sarang. Sehingga sarang bisa dipakai lagi” terang pak Ismail, owner Bali Honey.

Usaha keluarga yang berawal di tahun 1980an ini terus berkembang hingga sekarang dan bertransformasi dengan brand Bali Honey.

Keakraban dan keseruan semakin terasa di kali para member TDA Bali ikut memanen langsung madu murni. Mengambil sarang dan berfoto dengan ribuan lebah madu, Apis Meliferra, yang cukup jinak. Meski ada salah satu anggota terkenak sengat. Namun itu sebagai tanda ucapan selamat datang di rumah serangga produsen madu ini.

“Hari ini kita beruntung, panen madu dengan kualitas terbaik dengan kadar air 18.2 %. Usia madu adalah 19 hari pada usia panen. Biasanya standar di Indonesia kisaran 22-23 kadar air sudah dikatakan bagus.” jelas pak Ismail di sela panen madu dengan mengecek kadar air dengan alat khusus bernama Refraktometer Madu (Honey Refractometer).

Member TDA Bali yang ikut TDA Visit Prenur ini mengaku puas dan sangat senang.

“Luar biasa, terimakasih TDA dan Pak Ismail Bali Honey. Saya seumur hidup baru pertamakali ini memanen madu murni. Sungguh sangat berat ternyata terutama dari medan yang sangat jauh di pelosok kaki Gunung. Madunya enak banget” jelas Pak Hendro sambil mengacungkan jempol.

“Suasana hangat, ditemani sang pemilik membuat kami berbetah betah lama disana. Beliau menyampaikan hal hal terkait permaduan. Hmmmm memeng beliau ini ahlinya terkait ilmu ini. ” sambung Pak Djoko, member TDA Bali.

Acara TDA Visit Preneur diakhir dengan makan bersama para member TDA Bali dan tim Bali Honey. Makanan dibawa masing-masing anggota, mulai dari ubi, singkong, nasi uduk, sambal mbe, ayam dan buah-buahan. Semakin nikmat dikala disantap bersama di alam terbuka dalam suasana akrabnya canda tawa khas kekeluargaan ala TDA.

(Fat)

Bagikan Yuk

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here