TDA Visit Preneur II Panen Madu Murni Bali Honey di Kaki Gunung Agung

Teriknya matahari dan kegagahan gunung Agung membuat hari Minggu (28/7) semakin seru ditambah medan yang cukup ekstrem. TDA Visit Preneur Gelombang 2 yang dikomandani Divisi Program Khusus (Progsus) kali ini tak kalah seru dibanding gelombang sebelumnya. Gelombang II kali ini untuk menampung antusias member TDA Bali yang ingin memanen langsung madu murni di peternakan milik Bali Honey, di Desa Kubu, Karangasem Bali.

Tujuh mobil meluncur dari Denpasar yang di awali rombongan owner Bali Honey, Pak Ismail. Sesampai di lokasi peternakan lebah madu, Pak Ismail memberikan sambutan dan perkenalan tentang peternakan lebah Bali Honey.

“Lebah madu di tempat kami termasuk jenis jinak, jadi kalau ada hinggap jangan di tepis. Biarkan saja. Madu kami panen setiap 17 hingga 21 hari dengan diperas isinya dengan metode sentrifugar dengan diputar. Sehingga madu keluar dari sarangnya tanpa merusak sarang. Sehingga sarang bisa dipakai lagi” terang pak Ismail, owner Bali Honey.

Usaha keluarga yang berawal di tahun 1980an ini terus berkembang hingga sekarang dan bertransformasi dengan brand Bali Honey.

Keakraban dan keseruan semakin terasa di kali para member TDA Bali ikut memanen langsung madu murni. Mengambing sarang dan berfoto dengan ribuan lebah madu, Afis Cerana, yang cukup jika. Meski ada salah satu anggota terkenak sengat. Namun itu sebagai tanda ucapan selamat datang di rumah serangga produsen madu ini.

“Hari ini kita beruntung, panen madu dengan kualitas terbaik dengan kadar air 18 %. Biasanya standar di Indonesia kisaran 22-23 kadar air sudah dikatakan bagus.” jelas pak Ismail di sela panen madu dengan mengecek kadar air dengan alat khusus bernama Refraktometer.

Member TDA Bali yang ikut TDA Visit Prenur ini mengaku puas dan sangat senang.

“Luar biasa, terimakasih TDA dan Pak Ismail Bali Honey. Saya seumur hidup baru pertamakali ini memanen madu murni. Sungguh sangat berat ternyata terutama dari medan yang sangat jauh di pelosok kaki Gunung. Madunya enak banget” jelas Pak Hendro sambil mengacungkan jempol.

“Suasana hangat, ditemani sang pemilik membuat kami berbetah betah lama disana.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *