Beranda Sharing Session Modal Kartu Nama jadi Ternama

Modal Kartu Nama jadi Ternama [Salsha]

321
0
BAGIKAN

Oleh: Fajar Cahyadi

Bisnis apa yang paling bagus? Yaitu bisnis yang langsung di buka, bukan di pertanyakan terus, apalagi dihitung-hitung kan. Ga ada ujian ngitung bisnis he..he.

Bagaimana dgn modal? buat sy modal no 17 asli …

Saya mulai dengan bikin kartu nama, dengan alamat berpindah-pindah, soalnya masih kost, belum PD kalo klien datang langsung hehe, bahasa keren nya sih jemput bola.

Background skill ku design grafis, tapi aku lebih memilih produksi daripada design nya. 2006 aku mendarat di bali dan memulai bisnis di tahun itu juga.

Tanya: Kenapa om fajar milih produksi dibandinh design? passion kah?

Jawab: Aku belum ngerti passion, tp lebih ke perut aja biar bisa makan tapi bukan dengan kerja sama orang (maaf yg msh kerja ya :)). Aku tidak begitu kuat di design, makanya memilih produksi.

Aku single fighter, belum tau jalanan di Bali, kendaran pinjem, tempat masih nebeng, tapi aku yakin Bali ada sesuatu.

Syarat pertama marketing tanpa modal adalah dengan penampilan yang bagus. Alasannya biar orang percaya kalo kasi deposit .. hehe. Kalo penampilan kurang bagaimana orang kasih uang jutaan sama orang yang baru di kenal betul tidak?

Waktu itu hanya menjual gantungan kunci karet untuk souvenir. Semakin banyak klien semakin banyak yang dijual, misal t-shirt, sticker, balon, mug, dll.

Intinya ketika salah satu produk kita masuk ke klien, maka dengan sendirinya order lain pasti ikut masuk. Waktu itu produknya kujual ke kantor-kantor, dealer, sekolah, dll.

Ketika klien-klien gajah udah masuk, aku kena kendala dengan tempat, karena klien pengen maen ke kantor. Akhirnya aku menggunakan jurus “berdiri diatas pundak raksasa”. Yaitu aku kerja sama dengan garment yang cukup besar dimana saya jualin kaos nya, imbalannya saya di bolehkan ngantor disitu.

Semakin PD aku jualan, soalnya kantor nya udah ada hehehe. Semua klien aku ajak kesana. Seolah perusahaan ku besar gitu lah. Aku murni jualan produknya org lain tanpa perlu modal, tanpa perlu karyawan, tanpa perlu punya tempat usaha, dll. Jadi hanya terima telpon, order dan kirim.

Tanya: Mas pertanyaan awam nih, gimana cara mas fajar bisa menjual produk itu ke kantor, sekolah, dll, detailnya gitu mas?

Jawab: Sangat gampang, tinggal tawarin pake penawaran/kartu nama, intinya kita harus menang di 5 menit pertama. Kalo belum berani ya lewat email aja. Cara tahu email perusahaan, buka koran bali advertiser, disana alamat perusahaan banyak banget. Bali advertiser itu update perusahaan yang budget promosi nya lumayan, dan aku jualan media promosi.

Untuk jenis produk yang dijual biasanya aku cari di google skala nasional, terus di jual dengan skala lokal. Dan itu bisa menjalankan bisnis dengan duduk sambil ngopi yang penting hp selalu ON. Disinilah aku menyukai kopi. Ngopi itu bisa bikin omzet naik, profit melejit.

Bisnis ku cepat sekali berkembang. Mobil, rumah udah bisa beli.

Soalnya abis ini aku akan cerita bisnis ku hancur berantakan … hehe.

Nah mari belajar teman-teman yang belum pernah drop bisnis nya. Membangun bisnis itu gampang, tapi mempertahankannya yang susah. Miskin itu pasti, tapi kaya adalah pilihan.

Tahun 2011 Qmedia terjun bebas. Bisnis ku drop menyisakan hutang lumayan besar
mentalku yg kuat mulai perlahan roboh. Keluarga mulai kacau, keuangan berantakan. Ada yang chaos pertarungan didasar otaku, perang batin antara yang hitam dan yang putih.

Aku terlena, yang akhirnya menyadari kalo Tuhan itu ada …. sumpah Tuhan itu ada. Ada saatnya kita harus diam, upgrade ilmu, perhatiin org tua, silaturahim dll. Ada hal-hal di dunia ini yang diluar logika kita.

Tapi aku yakinkan diri bahwa ini hanya episode dalam hidup, dan aku yakin bisa bangkit seperti dulu. Aku mulai fase kebangkitan disini.

Jadd yang belum gagal, yang lagi gagal ga usah kawatir, santai aja ini hanya episode kehidupan.

Yang pertama aku balik dulu ke Tuhan menyadari dosa-dosa. Kemudian aku upgrade ilmu dulu. Jelas kegagalan ini karena kurang nya ilmu.

Ilmu yang pertama kupelajari dari bukunya Mas Jaya Setiabudi. Ada bukunya berjudul Kitab anti bangkrut. Kemudian buku nya Pak Heppy Trenggono berjudul 9 Pertanyaan Fundamental kaya raya tanpa riba.

Itu buku-buku inspirasi buat yang lagi down.

Ketika kita berdoa sama Tuhan, Tuhan pasti kabulkan, tugas kita cari jalannya Tuhan kasi rizky. Salah satunya dgn buka toko lagi tapi dengan strategi ilmu. Tempat/toko disarang semut (ilmunya Mas Jay), tanpa susah-susah promosi, datang sendiri.

Aku punya impian ingin buka toko di imam bonjol, tiap kali lewat aku berusaha membayangkan kalo aku udah buka disitu, tapi kondisi waktu itu bener-bener ga ada uang. Ketika keyakinan kuat, maka kesempatan pasti menghampiri.

Aku sewa toko hanya 1juta, padahal harga toko itu 100 juta. Mungkin gak?

Bisa, tinggal bilang aja ke orang nya bayar nya di cicil hehe. Sesimple itu kah? …. Ya sesimple itu yang aku lakukan. Kemudian di toko itu cuma pasang spanduk gede-gede, semut semut datang menghampiri sendiri.

Baru kemudian pakai strategi menggunakan media online. Aku orang gaptek tapi untung aku punya temen yg baik mau bantuin. GOBANG = go online atau bangkrut!

Customerku yang datang mulai gajah-gajah dan mereka tahunya dari online. Kemudian aku belajar manajemen perusahaan dari teman-teman TDA, khususnya Mas Yana, Bang Rahman dan sekarang Pak Agusdin. Terima kasih ya.

Tahun 2014 aku beli bisnis orang lain dengan harga 100jt dan dalam waktu 3 balan bisa dijual dengan harga 300jt.

Alhamdulilah dan sekarang Qmedia sudah ada karyawan 12 orang, dan omzet bergerak ke 200jt  / bln. Dan yg paling penting… aku bisa beliin istri mobil … hehe pamer.

Tanya: Bisa dishare apa-apa yg sebaiknya dihindari pebisnis pemula biar tdk terjun tadi?

Jawab: Upgrade ilmu. Kalo pemula biasanya begitu bisnis naik, gaya hidup ikutan naik. Mas Jaya Setiabudi aja setahun ikut 2 kali training.

Aku bersyukur down waktu itu kadang kita menemukan Tuhan saat terlilit hutang, dikejar orang, dan kesempitan-kesempitan lainnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here