Beranda Sharing Session Marketing Antimainstream aka Guerilla Marketing

Marketing Antimainstream aka Guerilla Marketing [Salsha]

402
0
BAGIKAN

Sebenernya materi yg saya bahas ini lebih banyak ke visual dan praktek. Kenapa saya sebut marketing kere? Karena memang dalam hal ini kita melakukan strategi marketing dengan harga miring.

Kita tahu biaya promosi adalah salah satu pengeluaran yang paling besar. Jadi kita perlu cara kreatif dan antimainstream. Kalo bahasa kerennya Guerilla Marketing.

Guerilla marketing is an advertising strategy that focuses on low cost unconventional marketing tactics that yield maximum results.

Ide ini pertama diluncurkan oleh Jay Conrad Levinson.

Kapan sebaiknya Guerilla Marketing dilakukan? Saat yg paling tepat dilakukan adalah:
1. Saat mau launching product baru.
2. Saat kompetitor mulai kuat.
3. Saat cara konvensional mulai kurang efektif.
4. Saat biaya iklan mulai tinggi.
5. Saat dana iklan sangat minim.

Pada saat memasarkan produk saya pertama kali, keuntungan Guerilla marketing adalah kemampuannya menarik perhatian dengan cepat dan murah.

Apa syaratnya? Harus unik dan berbeda. Pada waktu pertama kali memmperkenalkan sambel bususan ke pasar, saya menempelkan sticker kecabe merah dan menaruhnya di parkiran mobil di supermarket.

Kenapa supermarket? Karena memang itu target market saya dan impactnya luar biasa. Kenapa? Orang/ibu-ibu akan cenderung membuang flyer yg kita bagikan. Apalagi produk kita tidak terkenal. Tapi begitu cabe yg saya bagikan, ibu-ibu akan sayanng untuk membuangnya dan menyimpannya.

Jadi cabe saya stickerin. Disitulah kekuatan Guerilla Marketing. Cabe saya stickerin label bususan dan nomer telpon.

Satu kilo cabe merah waktu itu 8.000 rupiah, sekarang 24.000, isinya 35-50 biji, sticker jatuhnya Rp. 50/lembar, total Rp 150/cabe+sticker. Dan dari sekilo cabe yang saya sebar, Alhamdulillah 5-10 orang yang telpon.

Ini yang pernah saya buat:
20150912060527

Sebenernya ini lebih ke praktek visual.

Inget bom bali? pasti inget orang ini:
20150912060710

Saya bukan mau mengungkit kasus bomb bali, tapi disini saya akan share bagaimana impact luar biasa dari Guerilla marketing. Kasus ini dibedah saat kita gatering design grafis di Jogja.

Bomb bali adalah kasus besar pertama di bali yg disorot media dunia. Hal ini di tangkap oleh tim kreatif converse Indonesia. Mereka langsung mendatangi POLDA untuk mengendorse si pelaku dengan kaos converse. Dengan alasan, biar bagus pada waktu di publikasikan oleh media asing. Dengan embel-embel amplop tentunya.

Dan…BOMB

Semua media dunia memuat pelaku bomb bali hampir disemua halaman depannya, yang berkaos Bintang converse. Dan pada waktu itu converse gambar bintang hampir menghiasi semua anak muda indonesia dan pemain band. Penjualan converse meningkat ratusan persen dalam waktu singkat. Hanya dengan biaya selusin kaos converse dan amplopan yang gak seberapa.

Disitulah letak kekuatan Guerilla marketing. Murah dan mudah di ingat.

Dulu setiap sabtu minggu,saya sekeluarga pergi dengan menggunakan kaos sambel bususan untuk ke supermarket. Dan saya biasa datang ke bagian informasi mengaku sebagai sopir yang menunggu rombongan sambel bususan, karena waktu kunjungan sudah habis. Kebayang kan produk kita di sebutkan gratis di carefour. Berulang-ulang dan gratis.

Ini dia contoh beberapa karya-karya dari Guerilla marketing. Brand sekelas MCD pun melakukannya.
20150912062158

20150912062244

20150912062324

20150912062349

20150912062739

Sekian share ala kadarnya dari saya, mohon maaf jika ada kurang-kurangnya.

Tanya: Gimana cara bisa dapet ide gila tapi ngebom gitu ya ?

Jawab: Gampang, kalo punya product, pengen dikenal di radio, sering sering aja rikues lagu atau kirim-kirim salam. Cari radio yang pendengarnya sesuai target market. Kalo saya dulu selalu rikues dan kirim salam pake nama bu susan. Disebut terus dan gratis tiap hari :)

Oleh: Yayak Eka Cahyanto

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here