Beranda Sharing Session Kekuatan Self Leadership Seorang Yusa Darmady

Kekuatan Self Leadership Seorang Yusa Darmady

237
0

Tulisan ini adalah kesaksian dari anggota TDA Bali bernama Bli Yusa Darmady setelah mendapatkan siraman Self Leadership di acara TDA Leadership Camp.

Terima kasih ibu semesta …

“Guru akhirnya kita bertemu, muridmu siap belajar.” Ini adalah kata yang pertama kali muncul dalam hati, saat beliau memegang mic untuk memulai mengisi acara TDA Leadership Camp sebagai Narasumber di Hotel Inna Bali Heritage.

Beliau adalah Jamil Azzaini. Saya mengenal beliau di tahun 2009 melalui buku yang sangat fenomenal saat itu yaitu “Tuhan ini adalah Proposal Hidupku.” Hari ini bisa bertemu dan belajar langsung. Sangat menginspirasi!

Inilah yang dinamakan jodoh. Dari awal pendaftaran ragu – ragu karena tabrakan jadwal ketemu dengan klien. Di hari kamis saya dihubungi oleh klien, “Yusa, kita ketemu hari jumat saja, hari sabtu saya ada acara pemakaman kerabat yg meninggal.” Hingga the last minute daftar, ternyata sisa 1 slot saja dan ibu semesta menyiapkanya untuk saya.

Jujur saya kehabisan kata – kata diakhir acara ini. Saat mendengar kabar dari 97 TLC di seluruh Indonesia, beliau hanya mengisi di 3 kota saja, dan TDA Bali salah satunya, dan luar biasanya lagi beliau mengisi 4 sesi full, betapa sangat beruntungnya saya hari ini.

Guru, ijinkan saya memanjatkan rasa syukur dan bakti ini, dengan merekap pelajaran hari ini, sehingga diperjalanan kehidupan ini muridmu selalu mengingatnya 🙏🏽:

1.Menemukan Kualitas Diri.

Camp ini adalah sebuah jalan pembuka dari resolusi saya di tahun 2019, begitu cepat ibu semesta meresponnya. Ini adalah tahap awal saya lebih mengenali diri saya, menemukan kualitas diri, menyusun visi diri ideal, menemukan alasan kuat untuk selalu berkarya dan paling penting adalah aksi konkrit dikehidupan sehari-hari menuju visi diri ideal.

2. Integritas Harga Mati.

Apapun kondisinya ini adalah modal terbesar dalam hidup ini, integritas diri adalah harta paling berharga. komitmen dalam perkataan, dan perbuatan adalah hal yang utama.

3. Ambil Tanggung Jawab Sendiri.

BED (Blame, Excuse, dan Deny) atau menyalahkan orang lain. Alasan dan Menyangkal adalah penyakit yang muncul pada diri setiap orang, tapi tak semua orang bisa menyadari jika terjangkit penyakit ini. Dan saya sangat beruntung bisa belajar tentang ini. Leader itu mengambil tanggung jawab, bukan menyalahkan orang lain, banyak alasan, dan menyangkal.

4. Empati.

Adalah nilai berikutnya yang saya dapat, bisa membantu tim lain untuk tetap survive, melayani tim makan siang adalah kebahagiaan tersendiri bagi saya. Sukses bukan hanya sekedar omzet. Sukses bukan hanya sekedar pencapain. Sukses mencapai impian dan memberi manfaat bagi keluarga, lingkungan, bahkan bangsa dan negara serta peradaban adalah sukses yang mulia.

Dari sekian pelatihan NLP yang pernah saya ikuti, baru di pelatihan ini saya menemukan alasan kuat saya!

Terima kasih banyak, terima kasih 🙏🏽🙏🏽🙏🏽
Guru Jamil Azzaini atas Ilmunya.
Tim Kubik Leadership sebagai tim fasilitator.
Mas Hendra W Saputro sebagai Fasilitator dan ketua TDA BALI, dan teman – teman Fasilitator lainnya di TDA Bali.

Acara luar biasa! Buat tim Panca dan teman-teman peserta camp sampai jumpa besok.
Terima Kasih, terima Kasih, terima kasih.

Akhir kata, ini adalah sebuah awal perjalanan. Mohon Doa Restu

Salam

Yusa Darmady

Bagikan Yuk

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here