Beranda Sharing Session Cara Cari Investor

Cara Cari Investor [Salsha]

681
0
BAGIKAN
Cara Cari Investor

Nara Sumber : Yana Sandhi

Tema malam ini saya coba sharing dari pengalaman bukan dari buku atau workshop. Terutama pengalaman bagaimana saya dulu berjuang mewujudkan impian utk bisnis walaupun kurang modal buanyaakk. Jadi temanya ya “Cara Cari Investor”.

Ini ada 3 point yg ingin saya sharing. OK lah, sbg pembuka, saya dulu memulai bisnis properti secara tidak sengaja karena seperti yg kita tahu, bisnis properti nilai modalnya tidak sedikit. Padahal saat itu tabungan cuma sedikit. Tapi ternyata itu bukan halangan.

Modal uang bukan segalanya, tapi modal keberanian dan kesungguhan bisa membuka jalan utk dapat modal uang. Utk memulai bisnis properti, saya perlu modal awal sekitar 135 jt dan saya punya cuma 15 juta. Tapi saya gak mundur, maju terus dengan jalan cari investor, nah cara di bawah ini yg saya lakukan.

1. Bikin “Business Plan” biar mudah dimengerti dan bisa ditunjukkan dan dijelaskan kepada calon investor. Isinya simple aja yg penting jelas:
– bisnisnya dibidang apa
– marketnya siapa, trend dan potensi kedepan
– rencana produksi dan penjualan bagaimana
– target pendapatan, pengeluaran dan keuntungan
– berapa modal awal yang diperlukan
– rencana pengembalian investasi (ROI dan BEP)

Business Plan ini bukan untuk usaha properti saja namun bisa untuk segala jenis usaha. Kalo mau cari investor, baik itu baru mulai dan bidang apa aja, semua harus pake business plan. Itu alat yg membantu kita menjelaskan dan memberi gambaran bisnis kita.

Kalo gak pake dan cuma jelasin secara langsung, gimana investor bisa menilai kalo kita serius akan bisnis kita. Dan investor juga perlu gambaran tentang bisnis kita karena belum tentu investornya sama dengan bisnisnyg kita jalanin. Semakin kita tau bisnis yg kita jalanin semakin yakin investor akan diri kita.

2. Tipe-tipe investor
Investor juga akan menyesuaikan keperluan dana yang dia punya karena itu ada bbrp tipe investor yang bisa kita jadikan gambaran untuk negosiasi nantinya.
a. Investor yg mau membiayai per proyek atau pinjaman utk belanja modal kerja saja.
b. Investor yg ikut dalam bisnis, baik dalam bentuk uang atau aset sbg pemegang saham dan mendapat hasil dari bisnis.
c. Investor yg memberi pinjaman modal dg pengembalian fix seperti pinjaman bank.

Jangan terpalu eh terpaku pada tipe a,b atau c aja ya. Dalam kasus saya, ketiga tipe itu ada semua.

3. Siap Target Investor Kita?
Nah setelah business plan kita siapkan dan tau tipe investor seperti apa, waktunya kita action cari investor. Ingat, tiap-tiap investor berbeda jadi kita juga harus terbuka utk negosiasi. Yang pasti, semua prinsip para investor sama yaitu “TRUST” atau kepercayaan terhadap kita. Jadi cari orang2 yang tahu kita ini seperti apa dan sudah percaya sama kita, gimana kita bisa cari investor orang yg baru kita kenal kalo orang terdekat aja gak percaya sama kita :)

Bisa kita bagi jadi Ring 1, yaitu IMF dan ADB alias orang terdekat kita. Ada yg tau IMF dan ADB?

IMF = Istri/Suami Mertua Family. ADB = Ayah Dan Bunda :)
Itulah orang-orang yg tahu persis seperti apa kita. Gimana kita bisa meyakinkan orang lain utk invest ke kita kalo orang terdekat aja gak percaya ama kita

Ring 2, itu sahabat dan teman2 dekat kita. Dan bisa lanjut ke Ring 3 yaitu orang yg baru kita kenal atau dikenalkan oleh ring 1 dan ring 2. Atau juga badan/lembaga investasi kaya modal ventura.

Intinya, cari investor itu kaya “jual diri” tp yg positif yaa. Karena sebenarnya yg “dibeli” oleh investor itu diri kita yg akan memutar modal investor dan menghasilkan. Kalau “kualitas” kita bagus, akan ada aja investor yg mau. Tapi kalau “kualitas” kita jelek, jangan harap dipercaya orang lain.

Buktikan dari mulai hal-hal kecil bahwa kita berkualitas. Untuk di awal, jangan cari invest besar dulu tapi terus berkembang, berproses. Sambil menunjukkan bahwa kita mampu dan menjalankan bisnis dg baik dan bisa memberikan keuntungan, terutama pada investor.

Kalo perlu mulai dari apa yg kita punya sekarang. Buat bisnisnya jalan, sekecil apapun.

Tanya Jawab:

Tanya: mas yana mo tanya, tipe Investor di indonesia ini apa banyak tipe yg ingin ikut dalam bisnis, baik dalam bentuk uang atau aset sbg pemegang saham dan mendapat hasil dari bisnis ya? dan apakah ada tipe investor yang benar2 murni tdk mencampuri manajemen usaha kita?

Jawab: Banyak mas Erwin. Itu tergantung dari business plan dan diskusi dan kesepakatan kita dg investor. Setelah investor setuju, kita harus bikin MoU atau surat perjanjian yg isinya hak dan kewajiban kedua belah pihak.

Tanya: nah misal ada investor yang diawal bilangnya mau terima hasil bersihnya saja per bulah / tahun, tapi ditengah2 tahun berjalan dia berubah pikiran, malah ingin mengatur2 bisnis kita. itu gmn ngatasinya mas yana?

Jawab: Ya itu tadi, di awal semua harus jelas dg surat perjanjian. Kalo nilainya besar harus dilegalisir notaris biar kuat. Disitu ada klausul konsekuensi kl tidak sesuai kesepakatan.

Tanya: Brp persen nilai terendah yg harus di terima investor (ini tentang bagi hasil)?

Jawab: Gak ada ukuran yang pasti tentang nilai terendah utk investor. Asal hasil lebih tinggi dari deposito pasti lebih baik. Lha ngapain kita invest dg ambil resiko kl hasil sama aja atau lebih rendah dr deposito yg aman dan pasti. Kalo bagi hasil murni jg gak ada patokannya, cuma rata-rata 60 utk kita 40 utk investor. Itu dr net profit ya. Tapi bisa aja 50-50, berdasar negosiasi aja.

Tanya: Contoh : nilai perusahaan 1M dan ada investor kasi 300jt itu brp hak nya investor?

Jawab: Kalo dikonversikan ke saham ya 30% dari net profit yg dibagi. Karena pastinya kan ada laba ditahan. Deviden itu laba yg dibagikan. Kalo laba ditahan itu sebagian dari laba bersih yg sengaja disisihkan utk menambah modal perusahaan. Laba yg ditahan itu laba utk pengembangan, jadi diputer lagi jadi modal. Sudah ada kesepakatan di awal brp yg ditahan dan dibagikan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here