Beranda Sharing Session Berdiri Setelah Terjatuh, Bangkit Untuk Bertumbuh dan Berkembang

Berdiri Setelah Terjatuh, Bangkit Untuk Bertumbuh dan Berkembang

575
0
BAGIKAN
Bangkit

Tulisan dibawah ini adalah hasil pemikiran dan pengalaman salah satu anggota TDA Bali yang melakukan SALSHA (Saling Sharing) di grup WA TDA Bali pada 30 April 2018 pukul 20.00 – 22.00 WITA. Mari kita simak SALSHA dari Pak Eko Yulianto yang bertopik: “BERDIRI SETELAH TERJATUH, BANGKIT UNTUK BERTUMBUH DAN BERKEMBANG”.

Bangkit

Adakah dari temen – temen yg bisnisnya pernah ambrol (jatuh), setengah ambrol atau di ambang ambrol? Karena saya pernah ambrol dalam perjalanan bisnis saya. Dan ambruknya bukan main-main. Hidup tak mampu mati juga enggan.!

Adakah yg pernah mengalami ini?

Saya kira hampir dari kita pernah mengalami di suatu masa di mana bisnis yg kita lakukan terjerembab dalam kubangan lumpur persoalaan sehingga tiba pada suatu titik sepertinya ini adalah akhir dari sebuah kerja keras kita. Akhir dari cerita kita. Pendek kata, KOIT/FINANCIALY KOIT.

Adakah member TDA yg pernah MERASAKAN masa sulit INI?

Begitupun saya, tidak luput dari problema ini. Bismillah, saya akan berbagi tip bagaimana cara saya & istri bangkit dari keterpurukan masalah tersebut.

Perlu saya garis bawahi, SAYA & ISTRI berjuang melampaui problem ini.

Butuh waktu yg cukup lama, dari mulai kami terjatuh sampai kami bisa bangkit dan berkembang sampai akhirnya kami di beri ijin oleh Tuhan YME memetik buah dari perjuangan kami.

2 tahun masa perjuangan yg sangat melelahkan, dan puji syukur orang tua & Istri saya luar biasa mereka tak ubahnya batu karang bagi pegangan saya untuk kembali bangkit.

Dari berjalan nya waktu ada pelajaran yg bisa Kami bawa sebagai bekal agar kita ngak terjatuh di lubang yg sama.

Sebelumnya kita harus mundur selangkah, apa ciri-ciri sebelum terjatuh?

1. Lost Passion for your business.
2. Spent Less time with your employee.
3. Lost Contact with your customer.
4. Over Confident.
5. Lost Inters with the money.

Temen temen ada 5 point yg bisa saya ambil setelah kami berdua evaluasi kenapa kita terjatuh.

Point yang 1 ini penyebab utama nya.

Kenapa demikian? Karena kita TERLENA akan pencapaian keberhasilan bisnis yg kita kerjakan. Kita merasa semua adalah karena kerja keras kita.

Tanpa terasa koneksi kita dengan bisnis kita mulai berjarak, kita bisa lihat kayaknya bisnis kita jalan tapi kenapa masalah mulai berdatangan. Satu hal di tangani belum selesai muncul lagi problem baru. Biasanya masalah tersebut muncul tak jauh-jauh dari ke lima ciri diatas.

Kira adakah kelima ciri-ciri tsb pernah terjadi kepada saudaraku?

Kalau Anda merasa ada dari ke 5 poin tersebut mulai bisa di rasakan, WAKE UP CALL bro/sis, be ALLERT!

Point 2, sentuhan dan hubungan dengan karyawan sudah mulai ada jarak.

Bisnis Coach saya mengajarkan, bahwa tugas seorang leader setelah SOP dan KPI telah tertanam adalah sentuahan manusianya. Dan itu yg saya rasakan, bisnis saya berjalan dan jarak saya dengan karyawan mulai renggang.

Kita adalah orang tua mereka dalam sekala bisnis.

Poin 3 lost contact dengan customer kita.

Kalau kita sudah mulai tidak menghargai customer kita, ini adalah awal dari jalanan turun guys. Tugas leader setelah semuanya berjalan adalah, managing your customer! Karena customer akan merasa bahagia kalau bisa berhubungan dengan OWNER perusahaan.

Kalau tugas ini di berikan kepada staff kita, OMG alarm harus di nyalakan tuh.

Ada yg merasakan poin 3 ini? Kalau ada, please CHANGE YOUR ATTITUDE.

Jangan jadikan mereka sebagai salah satu nomer di dalam data base bisnis kita tapi mereka adalah ASSET yg perlu kita bina, rawat agar terjalain mutual relationship yg solid.

Contoh kecil, salut sama mas HENDRA, beliau saya telp jam 10pm kemarin dengan masalah dan beliau datang dengan solusi. Happy ending, great customer service.

Poin 4 Over Confident.

Biasanya virus ini muncul di saat kita sudah mulai punya sayap, merasa segala keberhasilan kita adalah karena kerja keras kita. Attitude kita biasanya, KNOW EVERYTHING, DO NOT LISTEN to ANYTHING.

I can fix it my self. Ini attitude arrogan be aware bro/sis. Terkadang kita lupa bahwa kita di ciptakan untuk minta tolong dan menolong.

Poin 5 Lost inters with money.

Ada yg sudah bosan lihat uang?

OK. Ambigu sekali kalau kita di bisnis tapi tidak bisa menghargai uang. Poin lima ini ciri-ciri nya di saat kita melihat uang dalam kontek hanya ANGKA. Atau parahnya memberikan kuasa lebih kepada akuntan atau staff kita mengelola keuangan kita, NO NO NO.

Kita harus tahu dan harus jeli untuk melihat keluar masuknya uang. Ciri – ciri utamanya kalau kita sudah ada penyakit no 5:

– Over Spending.
– Over Employee.
– Over Stock.

Ciri lainnya, tanpa kita sadari, saat kita mulai melihat dengan jelas bisnis kita sudah mulai kehabisan NAFAS, biasanya di mulai dengan habisnya DANA untuk promosi.

Siapa yg punya bisnis dan menghentikan promosi? HATI-HATI kawan kalau bisnis kita sudah tidak ada budget untuk promosi.

Nah ke 5 poin tersebut yang mengantarkan saya ke lubang ke KOIT tan bisnis saya.

5 Poin di bawah ini yang menyelamatkan Kami dari lubang tersebut.

1. Tuhan YME.
2. Hubungan Baik dengan ORTU & ISTRI
3. Sedekah
4. Cari mentor dan guide
5. Investasi dari leher ke atas.

Selama 2 tahun kami mulai kembali menengok dan mulai memperbaiki satu demi satu kesalahan kami. Terutama hubungan saya dengan TUHAN SAYA.

Poin 2 sangat luar biasa kalau kita bisa menjaga hubungan dengan ISTRI/SUAMI dengan baik.
karena tanpa kita bisa pungkiri ISTRI saya adalah sahabat terdekat yg saya punya.

Kunci utamanya adalah belajar MENGALAH .. MENGALAH & MENGALAH. Dan ini sangat berat bagi saya. Ego sebagai lelaki / suami sangatlah berpengaruh sekali.

Poin ke 2 ini adalah TANTANGAN saya yang PAAAALING BERAT. PAAAALING BERAT bagi seorang Coleris.

Poin ke 3 ini lucu banget. Pernah dengar pepatah nggak ” Bagaimana kita mau memberi makan orang lain kalau kita sendiri sedang lapar…”

My suggestion …. BULSHIT. To give is to receive! Percaya ini. Ini yg saya lihat dari para pengurus TDA, kalian luar biasa. Mohon salut kita kepada mereka semuanya.

Titik balik atau kerja nyata nya ada di poin no 4 & 5. Setelah saya berjuang mengalahkan dan menurunkan ego saya maka mulailah saya membuka diri untuk mencari bisnis coach.

Pernahkah Anda sekalian melihat hampir semua olahragawan profesional mempunyai coach.?

Apakah seorang coach harus lebih pandai dari dia..?
Apakah seorang coach harus lebih skillfull dari dia..?
Apakah seorang coach harus lebih mumpuni dari dia.?

Jawabannya TIDAK. Kita membutuhkan mereka karena mereka bisa melihat arah dan tujuan kita secara subjective.

Dan mereka bisa melihat kalau kita menyimpang, mereka yg mengingatkan kita untuk kembali ke jalan yg benar. Kalau kita kembalikan kepada kepercayaan saya, bagi saya MUADZHIN tak ubahnya seorang coach yg terus menerus meneriakkan acuan untuk kita kembali ILING/INGAT.

Dan poin 5 itu sebagai desert nya. Untuk bisa seritme dengan coach kita minimal kita harus punya kemampuan untuk memahami pengajar kita. Caranya dengan terus menerus menginvestasikan UANG kita untuk isi kepala kita dengan 3 cara.

1. Membaca buku pengembangan diri.
2. Datang seminar motivasi atau workshop.
3. Berkomunitas yang ad hubungannya dengan passion kita.

Mari tumbuh dan berkembang bersama-sama dalam rumah besar bernama TDA.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here